Olahraga Lari jadi Tren dan Life Style yang Harus Kamu Kerjakan

Olahraga Lari jadi Tren dan Life Style yang Harus Kamu Kerjakan

Makin sering ya kita dengar ajang lomba lari maraton, dan makin banyak kenalan, teman, saudara yang saat ini menjalankan olahraga lari ini secara serius . Olahraga lari kini tidak hanya menjadi aktivitas fisik untuk membuat tubuh bugar. Bermula dari didirikannya komunitas IndoRunners pada 2009, lari kini berkembang menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Ajang lomba marathon pun kian marak, sedikitnya ada dua hingga tiga perhelatan marathon yang diadakan setiap minggunya. Mulai dari 5K, 10K hingga 42K.

Sebenarnya yang menyebabkan lari menjadi sangat diminati karena lari adalah olah raga yang mudah, murah, dan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Lari memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari melangsingkan hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Namun lari merupakan aktivitas fisik berintensitas tinggi yang memerlukan tenaga lebih, ketahanan tubuh yang baik juga meningkatkan detak jantung. Bagi pemula khususnya yang jarang berolahraga, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai ikut lomba lari.

Saat olahraga akan terjadi peningkatan peran dan fungsi seluruh tubuh. Frekuensi detak jantung bertambah, juga terjadi peningkatan jumlah kerja otot kaki, tangan serta perut. Bagi yang belum pernah berolahraga tentu tubuh serta jantung akan ‘kaget’. Untuk itu perlu persiapan dari sisi medis jika Anda ingin mencoba serius berolahraga lari.

“Siapa pun yang mau olahraga, sebaiknya periksa dulu ke dokter siap atau tidak untuk itu. Olahraga kan membawa aktivitas tubuh kita ke level yang lebih tinggi jadi sebaiknya diperiksa dulu.” Namun jika tidak sempat memeriksakan kesehatan ke dokter, ada cara lebih mudah yang bisa dilakukan. Caranya adalah mendeteksi kemampuan Anda sendiri. Cobalah berlari di sekitar kompleks atau stadion terdekat dari rumah. Saat dan setelah berlari, perhatikan reaksi tubuh. Jika reaksi pertama adalah merasa kelelahan, kepala berputar atau pusing padahal Anda hanya berlari pelan, itu tandanya tubuh belum cukup siap untuk melakukan aktivitas intensitas tinggi.Kalau baru lari pelan sudah cape, maka belum siap untuk ikut lomba lari

Disarankan untuk ‘menabung’ kilometer terlebih dahulu sebelum ikut lomba lari, dimulai dari berjalan atau berlari kecil sejauh 3 km dan lebih jauh secara kontinue. Bagi pemula untuk jangan terlalu banyak mengikuti lomba lari sekaligus. Perhatikan baik-baik kondisi dan kemampuan tubuh.

Bagaimana caranya ‘menabung’ kilometer?
Misalnya saja Anda berlari selama 20 menit, lalu dilanjutkan dengan jalan cepat selama 10 menit dalam jangkauan jarak tertentu. Kemudian di esok harinya durasi dan jarak tempuh ditambah, dan keesokannya lagi semakin bertambah. Dengan begitu, tubuh jadi terbiasa untuk berlari dan beradaptasi, sehingga saat lomba fungsi organ tubuh sudah lebih siap untuk marathon.
Waktu yang tepat untuk melakukan olahraga lari ini adalah di pagi hari saat udara masih segar dan sore hari saat matahari mulai turun dari peredaran.

Pastikan untuk berolahraga lari ini menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman. Saat ini banyak sekali produsen sepatu yang sudah mengeluarkan baju khusus maupun sepatu untuk olahraga lari, karena sudah jadi bagian dari gaya hidup.
Jangan lupa sebelum lari menggunakan sunblock agar sinar matahari tidak merusak wajah
Yuk, siap lari ?

About admin

Check Also

Oh, Jadi Ini Rahasia Tetap Bahagia di Tanggal Tua!

Oh, Jadi Ini Rahasia Tetap Bahagia di Tanggal Tua! Apakah kamu sering mengalami ‘kanker’ alias …